Bengkulu, Worldosint.com – WALHI bersama sejumlah elemen masyarakat melakukan aksi kolaborasi lintas generasi di Desa Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, sebagai upaya mendorong rehabilitasi kawasan pesisir yang saat ini terancam abrasi dan dampak krisis iklim.
Dalam aksi tersebut, masyarakat dan peserta kegiatan diajak untuk bersama-sama menjaga lingkungan sebagai ruang hidup bersama. Seruan tersebut juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menghadapi krisis iklim.
“Mari kita jaga rumah kita, lawan krisis iklim, dan pulihkan Pondok Kelapa. Mari menjaga dan melindungi lingkungan demi masa depan yang adil, sehat, dan lestari bagi generasi mendatang,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
WALHI menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan hak masyarakat atas sumber-sumber kehidupan dan lingkungan hidup yang sehat. Selain itu, WALHI juga mendorong penguatan kesadaran kritis masyarakat, pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, serta kebijakan lingkungan yang berpihak kepada rakyat.
Dalam menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks, WALHI menyatakan akan memperkuat program restorasi ekosistem, mulai dari rehabilitasi hutan, restorasi lahan gambut, hingga pemulihan ekosistem pesisir. Organisasi ini juga menegaskan akan terus beradaptasi dan berinovasi dengan tetap menjunjung prinsip independensi, keadilan, dan keberlanjutan.

WALHI menyoroti kondisi abrasi di Desa Pondok Kelapa yang dinilai semakin serius. Abrasi pantai yang terus terjadi, ditambah kenaikan permukaan air laut akibat krisis iklim, diperkirakan dapat menyebabkan wilayah tersebut tenggelam dalam kurun waktu 20 hingga 30 tahun mendatang.
Kondisi itu disebut mengancam ratusan kepala keluarga yang berpotensi kehilangan tempat tinggal serta lahan pertanian. Selain itu, fasilitas publik seperti sekolah, masjid, dan infrastruktur desa juga terancam rusak apabila tidak segera dilakukan langkah penanganan yang terencana dan berkelanjutan.
Situasi tersebut dinilai bukan lagi ancaman masa depan, melainkan realitas yang sudah dihadapi masyarakat pesisir saat ini. Namun demikian, upaya perlindungan kawasan pesisir dan keselamatan warga terdampak masih dinilai belum menjadi prioritas kebijakan.

Karena itu, WALHI Bengkulu mengajak pemerintah daerah dan masyarakat untuk lebih serius menangani persoalan abrasi serta mencari solusi konkret dalam upaya penyelamatan kawasan pesisir.
Selain itu, WALHI juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan, tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat memecah belah, serta mendukung langkah pemerintah dalam penanganan kerusakan lingkungan di Bengkulu.




