Lebong, Worldosint.com – Pemerintah Pusat melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera VII (BWS Sumatera VII) berhasil menuntaskan proyek rehabilitasi saluran irigasi Daerah Irigasi (D.I) Air Ketahun yang terletak di Kabupaten Lebong, Bengkulu. Proyek ini menjadi bagian dari agenda strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pedesaan.

Rehabilitasi saluran irigasi tersebut bertujuan meningkatkan kualitas dan kapasitas distribusi air bagi lahan pertanian masyarakat. Dengan infrastruktur irigasi yang lebih baik, diharapkan produktivitas pertanian, khususnya komoditas padi, dapat meningkat secara signifikan. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah berbagai tantangan global.

Program ini juga merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo melalui konsep Asta Cita, yang menempatkan swasembada pangan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan nasional.

Pemerintah menilai bahwa penguatan sektor pertanian tidak hanya berdampak pada stabilitas pasokan pangan, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat desa.

Dalam keterangannya, pihak terkait menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur irigasi menjadi fondasi penting dalam mendukung keberlanjutan sektor pertanian.

Selain meningkatkan hasil produksi, perbaikan saluran irigasi juga membantu petani mengurangi risiko gagal panen akibat distribusi air yang tidak merata, terutama saat musim kemarau.

Aktivis muda kelahiran Lebong, Aurego Jaya, yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPW LIRA, menyampaikan apresiasinya terhadap perhatian Pemerintah Pusat. Menurutnya, langkah BWS Sumatera VII merehabilitasi saluran irigasi Air Ketahun merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap kebutuhan para petani di Kabupaten Lebong. Rabu (24/2/2026)

“Pemerintah Pusat melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera VII telah memberikan perhatian khusus untuk para petani Kabupaten Lebong dengan merehabilitasi saluran irigasi Air Ketahun. Namun dalam pelaksanaannya, banyak masyarakat Lebong tidak bersyukur atas perhatian pemerintah ini. Terbukti banyaknya oknum LSM dan oknum wartawan, bahkan oknum ketua kelompok tani terkesan menghambat pembangunan ini. Saya khawatir Pemerintah Pusat melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera VII trauma memberikan anggaran pembangunan di Kabupaten Lebong, sehingga masyarakat Lebong sendiri yang akan dirugikan,” ujar Aurego.

Ia menilai, semestinya seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi dan mendukung program pembangunan yang telah direncanakan pemerintah.

Menurutnya, kritik dan pengawasan memang penting dalam proses pembangunan, namun harus dilakukan secara konstruktif dan tidak menghambat pelaksanaan proyek yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani.

Aurego juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun. Ia menekankan bahwa keberhasilan suatu proyek tidak hanya diukur dari proses pembangunannya, tetapi juga dari keberlanjutan pemanfaatannya dalam jangka panjang.

Dengan selesainya rehabilitasi saluran irigasi D.I Air Ketahun, para petani di Kabupaten Lebong kini memiliki harapan baru untuk meningkatkan hasil panen dan pendapatan mereka. Pemerintah berharap, dukungan dan partisipasi aktif masyarakat akan menjadi kunci utama dalam memastikan program swasembada pangan dapat terwujud, sekaligus membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here