Bengkulu, Worldosint.com – Menanggapi dinamika Publik terkait Reformasi Polri, Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Bengkulu dengan tegas menyatakan dukungan penuh agar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tetap berada di bawah Presiden Republik Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan Ketua PW GP Ansor Bengkulu dalam sikap resmi organisasi menanggapi dinamika wacana kelembagaan Polri yang berkembang di ruang publik.
Ketua PW GP Ansor Bengkulu, H. Faisal Muttaqim, menegaskan, posisi Polri di bawah Presiden merupakan amanat konstitusi yang harus dijaga demi menjamin netralitas, profesionalitas, serta efektivitas tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Polri harus tetap berada di bawah Presiden agar fungsi pengawasan berjalan optimal, serta tidak menimbulkan tumpang tindih kewenangan antar lembaga negara. Ini penting untuk menjaga stabilitas nasional,” tegasnya.
Menurutnya, Polri memiliki peran strategis sebagai alat negara dalam penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan Polri langsung di bawah Presiden dinilai paling tepat untuk menjamin independensi institusi tersebut dari kepentingan politik praktis.
Ketua PW GP Ansor Bengkulu juga mengajak seluruh elemen dan lembaga masyarakat untuk bersama-sama mendukung Polri agar terus bertransformasi menjadi institusi yang profesional, modern, dan terpercaya.
“Kami berharap Polri semakin kuat, transparan, dan humanis dalam melayani masyarakat, serta tetap berpegang pada prinsip supremasi hukum,” katanya.
Ini merupakan sikap Kami sebagai bentuk komitmen PW GP Ansor Bengkulu dalam menjaga keutuhan sistem ketatanegaraan serta mendukung stabilitas keamanan nasional.




