Bengkulu, Worldosint.com – Pemerintah Provinsi Bengkulu mendukung penuh pembangunan program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat sebagai upaya memperluas akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem di Indonesia.

Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Dr. H. Herwan Antoni, S.K.M., M.Kes., M.Si., mengatakan Provinsi Bengkulu menjadi salah satu daerah yang mendapat penunjukan pembangunan Sekolah Rakyat dalam program nasional tersebut.

“Program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Secara nasional terdapat 106 sekolah yang direncanakan, dan Provinsi Bengkulu mendapatkan penunjukan pembangunan dua sekolah,” kata Herwan Antoni di Bengkulu, Jumat (6/2/2026).

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat yang akan dibangun di Provinsi Bengkulu mencakup tiga jenjang pendidikan sekaligus, yakni sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).

Selain itu, fasilitas yang disiapkan juga dilengkapi dengan asrama bagi para siswa guna mendukung proses pembelajaran yang lebih optimal serta memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk memperoleh pendidikan secara menyeluruh.

“Sekolah ini dirancang dengan berbagai fasilitas pendukung, termasuk asrama, sehingga diharapkan mampu menghadirkan proses belajar yang lebih merdeka, nyaman, dan berkualitas bagi para siswa,” ujarnya.

Herwan menambahkan, pembangunan Sekolah Rakyat tersebut dirancang dengan standar bangunan modern yang mengedepankan aspek keselamatan, kenyamanan, serta keberlanjutan lingkungan.

Menurut dia, pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Bengkulu akan dilaksanakan di dua lokasi, yakni di Desa Cucupan, Kecamatan Tetap, Kabupaten Kaur, serta di Jalan Terminal Regional Gang Serawai RT 25 RW 07 Kelurahan Pekan Sabtu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu.

Pembangunan proyek tersebut akan dikerjakan oleh PT PP (Persero) Tbk setelah perusahaan konstruksi milik negara tersebut resmi mengantongi kontrak pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Bengkulu.

Nilai kontrak pembangunan dua sekolah tersebut mencapai Rp501,99 miliar. Penandatanganan kontrak dilakukan bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis sebagai pemilik pekerjaan.

Herwan mengatakan pihak pelaksana menargetkan penyelesaian konstruksi proyek tersebut dalam waktu 240 hari kalender sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).

“Surat Perintah Mulai Kerja pembangunan Sekolah Rakyat ini telah diterbitkan pada 10 Desember 2025. Setelah proses konstruksi selesai, akan dilanjutkan dengan masa pemeliharaan selama 180 hari kalender,” kata dia.

Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap pembangunan Sekolah Rakyat tersebut dapat memperluas akses pendidikan yang layak bagi masyarakat kurang mampu sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here