Bengkulu, Worldosint.com – Pemerintah terus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu melalui program Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem di berbagai daerah di Indonesia.

Camat Selebar, Kota Bengkulu, Dr. Ruslili, S.I.P, M.Pd, mengatakan Provinsi Bengkulu menjadi salah satu daerah yang mendapatkan pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari program nasional pemerintah untuk memperluas kesempatan pendidikan gratis bagi masyarakat.

“Program Sekolah Rakyat ini merupakan upaya pemerintah untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Secara nasional terdapat 106 sekolah yang akan dibangun, dan Provinsi Bengkulu mendapat penunjukan pembangunan dua Sekolah Rakyat,” kata Ruslili di Bengkulu, Kamis (5/2/2026).

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat yang akan dibangun di Provinsi Bengkulu dirancang mencakup tiga jenjang pendidikan, yakni sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).

Selain ruang belajar, sekolah tersebut juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, termasuk asrama bagi peserta didik guna mendukung proses pendidikan yang lebih optimal.

“Sekolah Rakyat ini dirancang dengan fasilitas lengkap, termasuk asrama, sehingga diharapkan dapat memberikan layanan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” ujarnya.

Menurut dia, pembangunan sekolah tersebut dirancang menggunakan standar bangunan modern yang memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan, serta keberlanjutan lingkungan.

Pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Bengkulu akan dilakukan di dua lokasi, yakni di Desa Cucupan, Kecamatan Tetap, Kabupaten Kaur, serta di Jalan Terminal Regional Gang Serawai RT 25 RW 07, Kelurahan Pekan Sabtu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu.

Ruslili mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat tersebut akan dilaksanakan oleh PT PP (Persero) Tbk setelah perusahaan tersebut resmi mengantongi kontrak pembangunan dengan nilai mencapai Rp501,99 miliar.

Penandatanganan kontrak pembangunan dilakukan bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis sebagai pemilik pekerjaan.

“Dengan adanya pembangunan Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan yang lebih merata bagi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Provinsi Bengkulu,” kata dia.

Ia menambahkan, pihak pelaksana menargetkan penyelesaian konstruksi proyek tersebut dalam waktu 240 hari kalender sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).

Setelah tahap pembangunan selesai, proyek tersebut juga akan memasuki masa pemeliharaan selama 180 hari kalender guna memastikan kualitas bangunan tetap terjaga.

Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) pembangunan Sekolah Rakyat tersebut diketahui telah diterbitkan pada 10 Desember 2025.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here